Orang kantoran sering harus
duduk berjam-jam bermesraan dengan layar komputer. Bukan hanya bikin mata
lelah, duduk hingga berjam-jam juga meningkatkan resiko penyakit. Walaupun
sudah diimbangi dengan rajin olahraga, efek negatif dari duduk lama ini masih
tetap bercokol.
“penelitain ini merupakan
panggilan kepada masyarakat agar membatasi jumlah waktu yang dihabiskan untuk duduk setiap
hari. Kita semua tahu beberapa orang melakukan olahraga setiap hari, tetapi
menghabiskan sebagian besar waktunya duduk didepan komputer”.
Penelitian sebelumnya
menemukan bahwa pada orang yang duduk untuk waktu yang lama, berolahraga secara
teratur dapat memenuhi kebutuhan aktivitas fisiknya dan menghalau penyakit
kronis seperti diabetes, obesitas, penyakit jantung dan kanker. Menurut pedoman
yang ditetapkan pemerintah AS, orang dewasa sebaiknya melakukan olahraga
minimal 150 menit perminggu.
Dalam penelitian yang dimuat
International Journal Of Behavioral Nutrition
And Physical Activity, sebanyak 91 orang wanita sehat berumur 40-75 tahun
diminta mengenakan perangkatuntuk memantau aktivitasnya selama jam-jam dalam
seminggu. Perangkat ini dipasang dipaha
dan dapat merekam jumlah waktu yang dihabiskan untuk duduk, berdiri, berjalan
dan berolahraga. Hasilnya menemukan bahwa banyak wanita yang melakukan olagraga
atau aktivitas fisik lebih dari 150 menit per minggu. Namun alokasi waktu yang
dihabiskan untuk aktivitas fisik ini hanya menyumbang sebagian kecil saja dari
waktunya. Rata-rata wanita menghabiskan waktu 9 jam setiap hari untuk duduk.
“Saya berpikir beberapa
orang berasumsi bahwa dengan melakukan aktivitas fisik 30 hingga 40 menit
sehari, kesehatannya sudah cukup terjaga. Tentu saja olahraga sangat penting
dan berkaitan dengan banyak manfaat kesehatan yang positif. Tapi konsekuensi
negatif terkait dengan duduk yang berkepanjangan tetap ada. Penelitian ini
menunjukkan bahwa aktif secara fisik tidak menjamin orang duduk lebiih
singkat”. Kata Craft.
Karena penelitian ini
dianggap masih kecil. Craft menegaskan
bahwa masih diperlukan penelitain lain yang dilakukan pada pria, orangtua,
maupun anak-anak. Hal itu diperlukan untuk mengetahui jenis latihan apa yang
dapat dilakukan untuk mengimbangi kebiasaan duduk yang berlama-lama.
No comments:
Post a Comment