Friday, November 16, 2012

Metode 10 Menit Agar Cepat Tidur Pulas



Beberapa orang seringkali perlu waktu berjam-jam agar dapat tidur nyenyak. Pada penderita insomnia, bisa waktunya lebih lama lagi. Untungnya sebuah penelitian menemukan ada suatu metode sederhana untuk mengurangi ketegangan dan membuat orang cepat tidur pulas.
Metode yang dilakukan selama 10 menit ini dirancang dilakukan sebelum tidur. Praktiknya dengan berfokus pada tempat yang tenang dan menyenangkan seperti pada pantai atau danau yang dikelilingi pohon-pohon tinggi. Setelah itu, tarik napas dalam perlahan-lahan.
“Teknik itu didasarkan pada penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa stress negatif dapat mempengaruhi tidur. Kita tahu ada banyak resiko penyakit jantung, seperti : merokok, diabetes dan kolesterol tinggi. Tetapi baru sedikit yang mengerti tentang stress “, kata Dr. Arn Elasson, konsultan di Walter Reed National Military Medical Center Seperti dilansir Health Day.
Penelitian ini akan disajikan dalam pertemuan American Colege of Chest Physician dan menunjukkan bahwa teknik ini mengurangi waktu yang dubutuhkan untuk dapat tertidur, meningkatkan kualitas tidur dan mengurangi kelelahan.
Untuk merumuskan metode ini, penelitian melibatkan 135 orang pria dan 199 orang wanita dengan usia rata-rata 56 tahun. Sebagian kecil peserta mengiidap Post Traumatic Stress Disorder (PTSD), yaitu gangguan kecemasan parah yang muncul setelah menyaksikan peristiwa traumatis.
Para peserta diminta mengisi setiap kuesioner yang terdiri atas 14 pertanyaan untuk mengukur tingkat stress. Peserta juga diminta mengisi survei tentang kualitas tidur dan ditanya berapa lama waktu tidurnya, gangguan tidur yang alami, penggunaan obat tidur serta seberapa sering merasa kelelahan disiang hari.
Peserta kemudian diminta menghadiri program bernama “Tension Tamer” atau penjinak ketegangan lewat workshop selama 30 menit, kemudian diikuti empat kali kunjungan selama 30 menit dengan seorang spesialis manajemen stress untuk berlatih teknik pereda stress. Setelah menyelesaikan program ini, para peserta dimintamengikuti survei lagi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 65% peserta mengaku stressnya berkurang sebesar 6,6 poin. Namun disisi lain, sebanyak 34% peserta mengaku stresnya malah makin memburuk sebesar 4,6 poin. Pada peserta yang berkurang stressnya, ada perbaikan kualitas tidur, makin sedikit waktu yang diperlukan untuk tertidur dan berkurangnya rasa kelelahan.
“ini bukan teknik baru, terapi pengurangan stress selalu berperan untuk membantu orang tertidur. Mengurangi stress dengan cara apapun jelas akan membantu, namun yang paling penting adalah mempelajari mengapa orang tersebut mengalami kesulitan tidur”, kata Dr. Aparajitha Verma, Direktur Medis Methodist Hospital Comprehensive Sleep Disorders Program.
Verma menjelaskan bahwa teknik ini memang dapat membantu cepat tidur pulas, tetapi tidak akan menjamin dapat memperoleh kualitas tidur yang baik. Ia menyarangkan untuk bersantai sebelum tidur, menyelesaikan masalah yang mengganggu dan mematikan segala sesuatu yang dapat merangsang kesadaran atau membuat terjaga.

No comments:

Post a Comment