Wednesday, November 14, 2012

Kekurangan Vitamin D Malah Bikin Panjang Umur ?



kekurangan vitamin D identik dengan gangguan kesehatan seperti gigi mudah mudah rusak, otot kejang dan pertumbuhan tulang yang tidak normal. Namun sebuah studi baru mengungkapkan fakta yang mengejutkan : kondisi ini menyebabkan seseorang bisa berumur panjang. “kami menemukan bahwa riwayat panjang umur yang dimiliki sebuah keluarga dikaitkan dengan rendahnya kadar vitamin D dan rendahnya frekuensi variasi alel didalam Gen CYP2R1 yang ada kaitannya dengan tingginya kadar vitamin D seseorang”. Ungkap peneliti Dr. Diana Van Heemst dari Departemen of Gerontology and Geatrics, Leiden University Medical Center, Leiden, Belanda.
Temuan ini diperoleh setelah peneliti mengamati data 380 keluarga yang setidaknya memiliki 2 saudara berusia 90 Tahun ke atas (89 tahun ke atas untuk pria dan 91 tahun untuk wanita). Studi ini melibatkan saudara , keturunan (anak) dan pasangan anak dengan total partisipan berjumlah 1.038 anggota keluarga Nanogenarian (orang yang berusia 90 Tahun ke atas) dan 461 partisipan sehat
Keturunan nonagenarian dilibatkan karena peneliti kesulitan merekrut partisipan dengan kelompok usia yang sama dan masih sehat. Sedangkan pasangan keturunan nonagenarian diikut sertakan karena peneliti menanggap mereka rata-rata memiliki usia dan faktor lingkungan yang sama, terutama yang bisa mempengaruhi kadar Vitamin D nya.
Kemudian peneliti beberapa faktor yang mempengaruhi kadar Vitamin D [25(OH)D] atau calcadiol (salah satu bentuk vitamin D yang paling banyak tersdia di dalam tubuh manusia), penggunaan tanning bad, usia, jenis kelamin, indeks massa tubuh (BMI), konsumsi suplemen vitamin dan fungsi ginjal.
Tak hanya itu, peneliti mengamati pengaruh variasi genetik dari 3 Gen yang berkaitan dengan tinggi rendahnya kadar vitamin D dalam tubuh.  “hasilnya kami menemukan bahwa keturunan nonagenarian yang setidaknya memiliki satu saudara yang juga nonagenarian dilaporkanmemiliki kadar vitamin D yang lebih rendah.ketimbang partisipan yang sehat, terlepas dari sejumlah faktor lain dan ada tidaknya SNP (Singe nucleotide polymorphisms) yang juga mempengaruhi tinggi rendahnya kadar vitamin D dalam tubuh partisipan”, ungkap peneliti.
“Keturunan nonagenarian itu juga diketahui memiliki frekuensi varian genetik di dalam Gen  CYP2R1-nya yang lebih rendah. Varian genetik dari Gen inilah yang memberikan kecenderungan pada seseorang agar memiliki kadar vitamin D yang tinggi di dalam tubuhnya,”  Lanjutnya seperti dilansir dari sciencedaily. Temuan ini pun semakin mendukung kaitan antara rendahnya kadar viamin D dan riwayar panjang umur sebuah keluarga, terutama dengan ditemukannya fakta bahwa keturunan nonagenarian mungkin memiliki lebih banyak protein yang diduga dapat menekan proses penuaan ketimbang partisipan yang sehat.
Kendati begitu, peneliti studi yang telah dipublikasikan dalam jurnal CMAJ (Canadian Medical Association Journal) ini mengaku masih memerlukan studi lanjutan untuk memastikan temuan ini.


No comments:

Post a Comment