Tuesday, November 13, 2012

Pentingnya Pendidikan Seks Remaja



Meski dianggap sebagai topik yang tabu dibicarakan, nyatanya tingginya kecenderungan seks bebas dan kehamilan di luar nikah dikalangan generasi muda menujukkan  bahwa pendidikan seks itu sangatlah diperlukan.
Sejumlah studi terbaru menyatakan bahwa remaja AS yang mendapatkan informasi memadai tentang seks lebih cenderung untuk tidak melakukan hubungan seksual terlalu dini dan memutuskan untuk menggunakan kondom dan alat kontrasepsi saat dewasa.
Advokates For Youth, sebuah organisasi Non-profit yang bergerak dibidang kesehatan reproduksi telah mengevaluasi pendidikan seks di penjuru AS dan menemukan bahwa program pendidikan seks yang komperehensip memberikan sarana bagi para remaja usia sekolah untuk melindungi dirinya sendiri dari penyakit menular seksual dan kehamilan yang tidak diinginkan.
Organisasai ini juga menemukan bahwa program pelarangan seks justru tidak mempengaruhi perilaku seksual atau mengurangi penyebaran infeksi menular sekolah maupun tingkat kehamilan di kalangan remaja AS secara signifikan.
 Dari hasil analisis yang dilakukan tim peneliti University of Washington terhadap National Survey of Family Growth yang digelar oleh CDC dikemukakan bahwa remaja 15-19 tahun memiliki kecenderungan 50% lebih kecil untuk mengalami kehamilan jika mereka menerima pendidikan seks yang memadai bila dibandingkan dengan hanya melarangnya melakukan seks bebas.
Namun meski beberapa studi di sejumlah negara bagian di Amerika Seikat bahwa 70-90% orang tua mendukung diberikannya pendidikan seks untuk anak-anak, memutuskan untuk memberikan pendidikan seks atau tidak pada anak sudah cukup membuat orang tua stress.
Elizabeth Shroeder, direktur eksekutif organisasi pendidikan seks berskala Nasional, Answer yang berbaris di Rutgers University, New Jersey mengatakan jika orangtua ingin anak-anaknya sehat maka harus mendukung diberikannya pendidikan seks di sekolah. “jika orangtua yang tak berkenang anak-anaknya diberikan pendidikan seks di sekolah maka sebenarnya mereka melakukannya agar bisa menghindari dari pembahasan terhadap topik sensitif itu. Namun sebenarnya ini adalah kesalahan yang sangat besar jika mereka membiarkan anak-anaknya tak siap menghadapi apa yang akan terjadi dimasa depan”.
Padahal organisasi non Profit dibidang kesehatan reproduksi lainnya, Guttmacher Institute menunjukkan bahwa remaja yang aktif secara seksual dan tidak menggunakan alat kontrasepsi ketika melakukan seks bebas berpeluang 90% mengalami kehamilan hanya dalam kurung waktu 1 tahun.
Shroeder memaklumi bahwa pendidikan seks itu sendiri sangat kompleks dan membutuhkan masukan dari berbagai pihak yaitu profesional di bidang kesehtan dari guru hingga orangtua. “tapi kami percaya bahwa orangtua merupakan pendidik seks yang paling  signifikan bagi anak-anaknya, tapi gagasan bahwa “menjadi orangtua membuat mereka secara otomatis dianggap siap untuk melakukan pekerjaan ini justru memberikan beban dan tekanan pada orangtua itu sendiri”.
Pendidikan seks dapat memberikan pengetahuan kepada anak-anak tentang cara mencegah penyakit HIV dan Infeksi menular seksual lainnya . para siswa akan didorong untuk membuat bagaimana pilihan yang aman saat berhubungan seksual termasuk dalam hal penggunaan kondom. Para siswa juga diajari bagaimana cara memahami dan mencegah kekerasan seksual dan mendorong mereka untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang dianggap tabu itu pada orangtua atau dokter agar tidak memunculkan rasa penasaran.

No comments:

Post a Comment