Sampai saat ini, masyarakat
banyak memahami keperawanan sebagai utuhnya selaput dara. Keperawanan sendiri
dikonotasikan sebagai keremajaan layaknya gadis belia.dengan dalih menyenangkan
suami, beberapa perempuan menjalani operasi
untuk mengembalikan keutuhan selaput darahnya.
Operasi perbaikan selaput
dara ini dalam istilah kedokteran ini disebut dengan Himenoplasti. Tujuannya adalah menyatukan kembali selaput darah
yang sudah robek. Operasi ini awalnya dilakukan karena alasan tertetu semisal
memulihkan kondisi psikologis korban pemerkosaan atau trauma akibat kecelakaan.
Namun akhir-akhir ini banyak
ditemui kasus para istri yang melakukan operasi perbaikan selaput dara demi
memuaskan suami. Biasanya yang didapatkan dari operasi ini hanyalah sensasi
mengeluarkan darah saat bercinta layaknya dimalam pertama.
“Efeknya untuk mengembalikan
rasa percaya diri saja saat bersama pasangan dan tidak lantas membuat jadi
singset. Memang ada operasi lain untuk rekonstruksi vagina, tapi berbeda dengan operasi selaput dara”, kata Dr. Frits Max Rumintjap,
SpOG (K), MARS, dokter spesialis kandungan dari RS ibu dan Anak Sentosa, Bogor.
Operasi rekonstruksi vagina
yang dimaksud adalah Vaginoplasti. Operasi
bertujuan untuk mengembalikan atau memulihkan vagina tanpa meninggalkan fungsi
estetiknya. Pada perempuan yang melahirkan kemudian otot panggulnya putus, vaginoplasti perlu diberikan. Tetapi
kalau tidak terjadi apa-apa, operasi vagina sebenarnya tidak perlu dilakukan.
Jika hanya ingin sebatas ingin
menambah kenikmatan saat berhubungan seksual, melatih otot panggul sebenarnya
sudah cukup membantu. Namun mengoperasi selaput darah tidak akan banyak
mempengaruhi kepuasan seksual.
“Harga operasi selaput darah
bermacam-macam, tergantung dari dokter yang menangani dan rumah sakitnya. Di
rumah sakit Indonesia ada yang biayanya sekitar Rp. 10 juta. Tapi kalau di luar
Negeri atau rumah sakitnya canggih, bisa lebih mahal lagi”, kata dr Frits.
No comments:
Post a Comment