Serangan jantung bisa terjadi di mana
saja, termasuk saat Anda sedang susah buang air besar di toilet. Mengejan bisa
meningkatkan tekanan dibagian dada sehingga darah menjadi lambat kembali
kejantung.
Tak hanya mengakibatkan serangan
jantung, mengeden atau mengejan terlalu keras bisa memberikan tekanan berlebih
pada perut sehingga bisa menyebabkan turunnya beberapa organ yang bisa
menimbulkan ketidaknyamanan, bahkan bahaya untuk kesehatan tubuh.
Dilansir About.com dan Liverstong, berikut beberapa akibat yang
terjadi bila anda terlalu sering mengeden atau mengejan terlalu keras.
Wasir
(Ambeien)
Wasir (Ambeien
atau haemorrhoid atau pile) adalah
lapisan selaput lendir di daerah lubang pelepasan (anus) yang menjadi lemah dan
kendur (inelastic) yang umumnya
terjadi karena buang air besar (BAB) dan banyak makan makanan berserat.
Hernia
(Turun Berok)
Hernia atau turun berok terjadi ketika otot
diselangkangan melemah sehingga dapat menyebabkan usus menonjol dipangkal paha.
Tanda awal biasanya terlihat tonjolan di daerah selangkangan. Hal ini bisa
terjadi pada saat lahir atau berkembang seiring waktu.
Hernia paling sering disebabkan karena
melemahnya otot, tapi hal tersebut juga bisa dipicu oleh sebab-seba lain,
misalnya sering atau berulang kali mengejan pada saat buang air besar.
Rektum
Turun (Usus BesarTurun)
Rektum merupakan ujung dari usus besar
dekat anus. Bila terjdi peningkatan tekanan diperut, maka rektum bisa turun ke
anus yang disebut dengan rektum turun atau prolapas rektum.
Hal ini biasanya terjadi setelah buang
air besar ketika orang terlalu keras mengejan. Kondisi ini sering dirawat di
rumah tanpa perlu segera dioperasi, tetapi ada bahaya yang terkait dengan
prolaps rektum, seperti inkontinensia tina (ketidakmampuan untuk mengontrol
buang air besar), solitary rectal ulcer
Syndrome (borok atau luka menumpuk disekitar dubur) dan kekurangan
gizi.
No comments:
Post a Comment